Tech

Kejatuhan Startup EV Fisker: Garis Waktu yang Komprehensif

Jelajahi perjalanan jatuhnya startup EV Fisker dengan garis waktu yang komprehensif dan detail.

Awal Mula Fisker dan Harapan Besar

Henrik Fisker, seorang visioner di industri otomotif, memulai perjalanan ambisiusnya dengan mendirikan startup EV yang dinamai sesuai namanya. Fisker berencana untuk memimpin dengan SUV Ocean, sebuah kendaraan yang diharapkan dapat mengubah permainan di pasar kendaraan listrik. Namun, sejak peluncuran Ocean pada tahun 2023, berbagai masalah mulai muncul, mengancam visi besar Fisker.

Baca juga : Insiden Menit ke-98 Man Utd vs Burnley Jadi Sorotan

Masalah Produksi dan Keuangan

Pada pertengahan 2023, Fisker gagal mencapai target produksi kuartal kedua dengan hanya memproduksi 1.022 unit Ocean SUV, jauh di bawah ekspektasi. Untuk mendanai operasional, Fisker menjual obligasi konversi senilai $340 juta, namun tetap menghadapi tantangan keuangan yang signifikan.

Desember 2023, Fisker memangkas panduan produksi tahunannya menjadi hanya 10.000 kendaraan, seperempat dari proyeksi optimis sebelumnya. Ini menandakan awal dari kesulitan yang lebih besar bagi perusahaan.

Pada awal 2024, Fisker berjuang untuk memenuhi target penjualan internal, terutama di pasar Amerika Utara. Penjualan harian seringkali hanya mencapai satu hingga dua lusin unit, jauh dari target yang diharapkan.

Masalah teknis pada SUV Ocean semakin memperburuk situasi. Pada Januari 2024, regulator keselamatan federal membuka investigasi atas keluhan kehilangan daya pengereman. Masalah lain seperti kehilangan daya tiba-tiba dan masalah dengan sistem kunci juga dilaporkan oleh pelanggan.

Februari 2024, Fisker menghadapi investigasi kedua terkait keluhan kendaraan yang bergerak sendiri. Kondisi keuangan semakin memburuk dengan pengumuman pemutusan hubungan kerja 15% dari tenaga kerja Fisker.

Pada Maret 2024, produksi SUV Ocean dihentikan sementara karena perusahaan berjuang untuk mendapatkan suntikan dana. Fisker hanya memiliki $121 juta dalam kas, dengan saldo hutang yang meningkat.

Negosiasi dengan Nissan yang diharapkan dapat menyelamatkan Fisker gagal, menempatkan upaya pendanaan darurat dalam bahaya. Pada akhir Maret, perdagangan saham Fisker dihentikan oleh NYSE karena harga saham yang sangat rendah.

April 2024, Fisker kembali melakukan pemutusan hubungan kerja untuk menghemat uang tunai. Perusahaan menghadapi kemungkinan kebangkrutan jika tidak dapat mengumpulkan dana yang diperlukan.

Mei 2024, investigasi keempat dibuka oleh NHTSA terkait masalah pengereman otomatis yang tidak disengaja pada SUV Ocean. Fisker terus memangkas tenaga kerja dalam upaya bertahan hidup.

Pada Juni 2024, Fisker mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 setelah gagal mendapatkan kesepakatan penyelamatan. Fisker mengumumkan akan melanjutkan operasi terbatas sambil mencari pembeli potensial untuk asetnya.

Juli 2024, Fisker diizinkan untuk menjual lebih dari 3.000 unit Ocean SUV kepada perusahaan leasing, yang memberikan sedikit harapan untuk menyelesaikan proses kebangkrutan.

Oktober 2024, Fisker menghadapi berbagai masalah hukum terkait rencana perbaikan recall dan penjualan aset. Namun, rencana likuidasi akhirnya dikonfirmasi oleh pengadilan kebangkrutan.

Pada tahun 2025, Henrik Fisker dan istrinya secara diam-diam menutup yayasan nirlaba mereka, menandai akhir dari perjalanan ambisius mereka di industri kendaraan listrik.